Sabtu, 09 Februari 2013

St. Paul menyelewengkan ajaran sebenar yang disampaikan Yesus




Paulus adalah suatu nama yang sangat penting apabila bercakap tentang Kristian.
Kerana nama Kristian itu sendiri dicetuskan oleh Paulus.
Maka tidak ada alasan mengapa kita tidak perlu berbicara tentang Paulus / Paul itu.
Kerana ayat-ayat ajarannya di dalam Bible begitu menyeleweng dari ajaran sebenar yang disampaikan oleh Yesus / Nabi Isa a.s.



Mari kita telusuri serba sedikit tentang sejarah siapa itu Paulus.
Paulus berasal dari Tarsus (di Turki),
kakitangan penjajah Romawi / Rome dan Yunani ke atas bangsa Israel dan Palestine.
Ayahnya merupakan seorang Yahudi manakala ibunya adalah Yunani,
sehingga pelajaran tentang agamanya diperolehi dari gabungan kepercayaan Yahwe dan Helenisme.
Adalah dicatatkan bahawa Paulus tidak disayangi oleh ayahnya,
maka dia telah memusuhi ayahnya termasuklah kepada bangsa dan agama ayahnya.
Kerana itulah dalam ajaran-ajaran Paulus,
beliau berusaha menghapuskan hukum taurat sama sekali..

Ajaran-ajaran Paulus adalah sejumlah 14 surat yang terkandung dalam Perjanjian Baru iaitu ;

1-Matius ,
2-Markus,
3-Lukas,
4-Yohanes,
5-Kisah,
6-Roma,
7-1Korintus,
8-2Korintus,
9-Galatia,
10-Efesus,
11-Filipi,
12-Kolose,
13-1Tesalonika,
14-2Tesalonika


“Kamu tahu, bahawa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh kerana melakukan hukum Taurat,
tetapi hanya oleh kerana iman dalam Kristus Yesus.
Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus,
supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh kerana melakukan hukum Taurat.

Tetapi sebenarnya kenyataan Paulus ini di tentang oleh Murid Yesus sendiri yang bernama Yakobus,

Hai manusia bebal, mahukah engkau mengakui sekarang,
BAHAWA IMAN TANPA PERBUATAN adalah iman yang kosong? ....
Kamu lihat bahawa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna...
JADI KAMU LIHAT, BAHAWA MANUSIA DIBENARKAN KERANA PERBUATAN - PERBUATAN DAN BUKAN HANYA KERANA IMAN
( Yak 2 : 20,22,24 )

Sebab: “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh kerana melakukan hukum Taurat.”
(Galatia - 2 : 16)

Jelas bukan pertentangannya..?
Berkenaan dengan nama Kristian itu dalam bahasa Inggeris,

mari kita lihat kata asal Kristian itu dari Bible dalam Surat Galatia,

016: Knowing that a man is not justified by the works of the law,
but by the faith of Jesus Christ, even we have believed in Jesus Christ,
that we might be justified by the faith of Christ,
and not by the works of the law:
for by the works of the law shall no flesh be justified.

Itulah puncanya diambil perkataan Christian,
yang dalam bahasa Melayunya Kristian.
Dan kata-kata siapakah itu?
Tidak lain tidak bukan adalah PAULUS.



Menurut pakar sejarah,
Paulus bukan pun anak murid Yesus malah tidak pernah bertemu Yesus pun.
Malah apa yang dia lakukan adalah berkepentingan kepada kerajaan Rome,
yang mahu menjaga hati rakyat dan bagi rakyat mengikut dan mentaati mereka.

Setelah ketiadaan Yesus, Paulus mengaku bertaubat dan mengaku sebagai Rasul.
Padahal Yesus sendiri tidak pernah memperkatakan tentang dirinya dan tidak pernah mengenalinya.
Kecuali namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang ‘Lukas’ yang diberi nama ‘Kisah Para Rasul’.

Lukas ialah pembantu peribadi kepada Paulus.
Oleh kerana itu, ajaran-ajaran dalam surat Lukas juga adalah dipengaruhi oleh ajaran Paulus.

Ini dapat dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul,
dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus,
bahkan murid ini setengahnya mengkultus dan mendewakannya.

Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus.
Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenali.

Matius menulis Injilnya berdasarkan juga kepada Ur Markus,
jadi Matius pun juga menciplak.
Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius,
Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau perkataan-perkataan yang sama,
disamping percanggahan yang ada.

Paulus tidak pernah bertemu Yesus tetapi mengatakan bahawa kitab yang dia tulis itu adalah diterimanya sendiri dari yesus.
Seperti ayat di bawah dalam surat Galatia;

“ Karena aku bukan menerimanya dari manusia,
dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku,
tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.”
(Galatia - 1 : 12)

bandingkan pula dengan kenyataannya ini,

“Aku (paulus) TIDAK MENDAPAT PERINTAH DARI TUHAN.
Tetapi aku memberikan PENDAPATKU”.
( I korintus 7 : 25 )

“Aku (paulus) mengatakan hal itu BUKAN SEBAGAI PERINTAH”.
( II Korintus 8 : 8 ).

“Aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman tuhan,
melainkan sebagai orang BODOH yang berkeyakinan” .
(II Korintus  11 : 17).

“Jika dustaku menyebabkan kemuliaan ALLah semakin melimpah,
mengapa aku disalahkan sebagai orang berdosa?”
(Roma 3: 5-6).

Jelas kenyataannya dia berdusta atas nama Allah dan segala ajarannya bukan dari perintah Tuhan..

Di (Galatia - 1 : 12) juga terdapat kekeliruan tentang Injil yang mana yang dia terima.
Jika maksudnya adalah Injil Kanonik yang ditulis oleh 4 penulis itu,
maka ianya bersalahan sekali dengan fakta.

Kerana keempat-empat penulis itu menulis setelah lama Yesus diangkat ke langit.
Mereka tidak menulis ketika Yesus masih ada.

Dan sebagaimana yang ditulis dalam keempat injil Kanonik,
bahawa Yesus diutus oleh Allah s.w.t untuk menyampaikan ajaran kepada umat sesat Israel.

Bagaimana mungkin Paulus menerima WAHYU dari Yesus dan menjadi rasul sedangkan Yesus sendiri adalah seorang Rasul Allah.
Dan lihatlah lagi dalam ayat-ayat berikutnya yang kononnya dia telah dilantik oleh Yesus untuk melaksanakan ajarannya

“Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku,
sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.”
(Galatia - 1 : 14)

“Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,”
(Galatia - 1 : 15)

“berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku,
supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi,
maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;”
(Galatia - 1 : 16)

“juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku,
tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.”
(Galatia - 1 : 17)

Seluruh ajaran Paulus bertentangan dengan misi dan tugas kerasulan Yesus yang terbatas hanya untuk umat Israel.
Manakala penyelewengannya yang lain dalam Korintus

“namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa,
yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus,
yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”
(Korintus - 8 : 6)

Perkataan Christ / Kristus itu hanya dimulai oleh PAULUS.
Tidak pernah wujud pun pada zaman Yesus masih ada di muka bumi ini.
Dan menurut ayat itu juga bahawa Yesus itu adalah Tuhan.

Padahal Yesus / Isa a.s hanyalah seorang Rasul ALlah,
dia hanya menyampaikan WAHYU dari ALLAH kepada orang israel.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan ia berpesan kepada mereka:
"Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
(Matius 10:5-6)

Dan dalam Injil-injil Kanonik sendiri menyatakan bahawa Yesus hanyalah Rasul Allah kepada umat Israel.

“Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. “
(ULANGAN - 4 : 35)

Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
(MATIUS - 15 : 24)


Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
(MARKUS - 12 : 29)


Paulus juga telah mengubah HUKUM bersunat, yang mana dia mengatakan bersunat tidak penting

“Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting.
Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.”
(1 KORINTUS - 7 : 19)

Ianya berbeza sama sekali dengan perjanjian lama

“Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya,
maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya:
ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”
(KEJADIAN - 17 : 14)

Mari kita pergi secara ringkas tentang penebusan dosa pula, seperti mana yang diajar oleh PAULUS,

“Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita,
sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!””
(GALATIA - 3 : 13)

Menurut ajaran Paulus di atas, bahawa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa-dosa manusia.
Dan penebusan dosa itu adalah BERTENTANGAN sama sekali dengan kandungan Taurat / Perjanjian Lama

“Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.
Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya.
Orang benar akan menerima berkat kebenarannya,
dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.”
(YEHEZKIEL - 18 : 20)

ayat ini juga jelas menunjukkan bahawa TIDAK PERNAH WUJUD SAMA SEKALI DOSA WARIS,

“Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka:
“Biarkan anak-anak itu datang kepadaku, jangan menghalang-halangi mereka,
sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
(MARKUS - 10 : 14)

(lihat juga MATIUS 19:14).”

Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing-masing.
Bahkan menurut Yesus sendiri,
kanak-kanak adalah pemilik kerajaan syurga,
yang bererti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa.
Sama dengan konsep dalam Islam yang di ajar oleh Nabi Muhammad S.a.w.
Inilah yang dikatakan bahawa nabi Muhammad s.a.w juga membawa ajaran yang sama dengan Yesus,
tetapi PAULUS telah menodainya.

Dan ayat yang paling mengarut dari PAULUS yang boleh menimbulkan salah faham banyak pihak

“Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna.
Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.”
(KORINTUS - 6 : 12)

Inilah yang menular banyak ke dalam fahaman barat dari dulu hingga sekarang,
yang mana sudah banyak bercelaru,
kerana terlampau banyak perkara HARAM menjadi HALAL.
Apa lagi jika bukan kerana PAULUS yang mencipta agama baru yang bernama KRISTIAN??

Berikut merupakan beberapa lagi ajaran Paulus yang ternyata menyeleweng dari ajaran Yesus;

“Ia mengajarkan bahawa Tuhan bukan satu tetapi dua,
yaitu Allah Bapa dan Allah Anak.”
(I Korintus - 1 : 3)


Padahal didalam surat markus dan juga 'ulangan fasal 6 ayat 4' jelas sekali menunjukkan bahawa hanya ada satu Allah yang Esa.

"Dengarlah wahai bani Israel,
Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang satu dan kamu tidak boleh mempunyai tuhan-tuhan selain Aku".
( Mark : 12 )

( Ulangan, fasal 6 ayat 4 ),
"Dengarlah, hai orang Israil: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa!"

Pengakuan tentang apa bangsa Paulus sendiri bercanggah-canggah antara satu sama lain.
Sekejap Paulus kata dia adalah orang Rom, sekejap dia kata orang Yahudi dan pada ayat yang lain pula dia mengatakan bahawa dia orang Farisi.
Mari kita lihat ayat-ayat berikut;

“Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-pembesar kota.
Ketika mereka mendengar,
bahawa Paulus dan Silas adalah orang Rom,
maka takutlah mereka.”
(Kisah - 16 : 3)

“Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini;
dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita,
sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini.”
(Kisah - 22 : 3.)

Dan kerana ia tahu, bahawa sebahagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebahagian termasuk golongan orang Farisi,
ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya:
“Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi,
keturunan orang Farisi;
aku dihadapkan ke Mahkamah ini,
kerana aku mengharap akan kebangkitan orang mati.”
(Kisah - 23 : 6.)

Ketahuilah bahawa Pauluslah yang mencetuskan konsep Trinity dan Kristian.
Trinity tidak akan wujud tanpa Paulus kerana dialah orang yang bertanggungjawab mengangkat Yesus sebagai Tuhan dan kemudiannya diimani oleh sebahagian besar pengikut Kristian.
Mereka semua menjadi mangsa penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh Paulus.


~~~
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi & Kristian) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri,
lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, untuk memperolehi keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu.
Maka kecelakaan besarlah bagi mereka,
akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri,
dan kecelakaan besarlah bagi mereka,
akibat dari apa yang mereka kerjakan.”
(Surah Al Baqarah : 79)
*

1 komentar: